Rabu, 12 Desember 2012

JENIS-JENIS EVALUASI PENDIDIKAN



OBJEK EVALUASI DAN JENIS-JENIS EVALUASI PENDIDIKAN
(CIP Model, UCA Model, Brienherhoff Model)

A.   Objek evaluasi
Berdasarkan objek, evaluasi di bagi dalam beberapa jenis yaitu :
1.    Evaluasi input
Evaluasi input yaitu evaluasi terhadap siswa mencakup kepribadian, sikap, da keyakinan.  Tujuan utama input adalah untuk meentukan bagaimana memanfaatkan input dalam mencapai tujuan program. Contoh :  program pemanduan anak bakat. Tujuan adalah, untuk mengembangkan kemampuan anak berbakat dalam bidang musik. Maka dalam program itu dinilai input yang bagaimanakah dapat menunjang pencapaian tujuan tersebut. Antara lain :
a.    Program pembinaan
b.    Biaya
c.    Hamabatan-hambatan
d.    Strategi yang mungkin dipilih
e.    Fasilitas belajar
f.     Lingkungan
g.    Sarana prasarana
h.    Bagaimana kualitas anak berbakat
i.      Kualitas staf yang mampu mendukung kegiatan belajar
2.    Evaluasi transfrmasi
Evaluasi terhadap [unsur-unsur transformasi proses pembelajaran antara lain materi, media, metode-metode dan lain-lain.
3.    Evaluasi output
Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran.


B.   Objek evaluasi pendidikan
Sasara pokok dalam setiap kegiatan evaluasi dalam pendidikan adalah anak didik. Yang harus diprhatikan dalam perkembangan anak didik setelah mengalami pendididkan dan pengajaran selama jangka waktu tertentu adalah :
1.    Bagaimana pengembangan pengetahuannya
2.    Bagaimana perkembangan sikapnya
3.    Bagaimana keterampilan dan kecekatannya
4.    Bagaimana kecerdasan cara berfikirnya
5.    Bagaimana perkembangan jasmani dan kesehatannya

C.   Jenis-jeni sevaluasi pendididkan
1.    Jenis evaluasi berdasarkan sasaran
a.    Evaluasi konteks
Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur program baik mengenai rasional tujuan latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan.
b.    Evaluasi input
Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumberdaya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
c.    Evaluasi proses
Evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan baik mengenai kelancaran proses, kesesuaian dengan rencana, factor pendukung dan factor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan dan sejenisnya.
d.    Evaluasi hasil atau produk
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang di capai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, di perbaii, di modifikasi, ditingkatkan, atau dihentikan.
e.    Evaluasi outcome atau lulusan
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut, yakni evaluasi lulusan setelah terjun kemasyarakat.
2.    Jenis evaluasi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran
a.    Evaluasi program pembelajaran
Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembeljaran, isi program pembelajaran, strategi belajar mengajar,aspek-aspek program pembelajaran yang lain.
b.    Evaluasi proses pembelajaran
Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara proses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang ditetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikutin pembelajaran.
c.    Evaluasi hasil pembelajaran
Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor.

D.   Model evaluasi pendidikan
Dalam melakukan evaluasi, perlu dipertimbangkan model evaluasi yang akan dibuat. Model evaluasi merupakan suatu desain yang dibuat oleh para ahli atau pakarevaluasi.Biasanya model evaluasi ini dibuat berdasarkan kepentingan seseorang, lembaga atau instansi yang ingin mengetahui apakah program yang telah dilaksanakan dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Berdasarkan hal tersebut, dibawah ini dijelaskan lima model evaluasi yang biasanya sering digunakan, yaitu :
1.    Model Evaluasi CIPP
2.    Model Evaluasi UCLA
3.    Model Evaluasi Brinkerhoff
4.    Model Evaluasi Stake atau model Countenance
5.    Model EvaluasiMetfesseldan Michael
Berikut uraian dari kelima model evaluasi di bawahini :

1.    Model Evaluasi CIPP
Model evaluasi CIPP yang dikemukakan oleh Stufflebeam&Shinkfield (1985) adalah sebuah pendekatan evaluasi yang berorientasi pada pengambil keputusan (a decision oriented evaluation approach structured) untuk memberikan bantuan kepada administrator atau leader pengambil keputusan. Stufflebeam mengemukakan bahwa hasil evaluasi akan memberikan alternative pemecahan masalah bagi para pengambil keputusan. Model evaluasi CIPP ini terdiri dari 4 hurup yang diuraikan sebagai berikut:

a.    Contect evaluation to serve planning decision.
Seorang evaluator harus cermat dan tajam memahami konteks evaluasi yang berkaitan dengan merencanakan keputusan, mengidentifikasi kebutuhan, dan merumuskan tujuan program.
b.    Input Evaluation structuring decision.
Segala sesuatu yang berpengaruh terhadap proses pelaksanaan evaluasi harus disiapkan dengan benar. Input evaluasi ini akan memberikan bantuan agar dapat menata keputusan, menentukan sumber-sumber yang dibutuhkan, mencari berbagai alternatif
Yang akan dilakukan, menentukan rencana yang matang, membuat strategi yang akan dilakukan dan memperhatikan prosedur kerja dalam mencapainya.
c.    Process evaluation to serve implementing decisio.
Pada evaluasi proses ini berkaitan dengan implementasi suatu program. Ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab dalam proses pelaksanaan evaluasi ini. Misalnya, apakah rencana yang telah dibuat sesuai dengan pelaksanaan di lapangan?Dalam proses pelaksanaan program adakah yang harus diperbaiki? Dengan demikian proses pelaksanaan program dapat dimonitor, diawasi, atau bahkan diperbaiki.
d.    Product evaluation to serve recycling decision.
Evaluasi hasil digunakan untuk menentukan keputusan apa yang akan dikerjakan berikutnya. Apa manfaat yang dirasakan oleh masyarakat berkaitan dengan program yang digulirkan? Apakah memiliki pengaruh dan dampak dengan adanya program tersebut? Evaluasi hasil berkaitan dengan manfaat dan dampak suatu program setelah dilakukan evaluasi secara seksama.Manfaat model ini untuk pengambilan keputusan (decision making) dan bukti pertanggung jawaban (accountability) suatu program kepada masyarakat. Tahapan evaluasi dalam model ini yakni penggambaran (delineating), perolehan atau temuan (obtaining), dan penyediakan (providing) bagi para pembuat keputusan.

2.    Model Evaluasi UCLA

Menurut Alkin (1969) evaluasi adalah suatu proses meyakinkan keputusan, memilih informasi yang tepat, mengumpulkan, dan menganalisa informasi sehingga dapat melaporkan ringkasan data yang berguna bagi pembuat keputusan dalam memilih beberapa alternatif. Ia mengemukakan lima macam evaluasi yakni :

a. Sistem assessment, yaitu memberikan informasi tentang keadaan atau posisis istem.
b. Program planning, membantu pemilihan program tertentu yang mungkin akan berhasil memenuhi kebutuhan progam.
c. Program implementation, yang menyiapkan informasi apakah rogram sudah diperkenalkan kepada kelompok tertentu tepat seperti yang direncanakan?
3.    Model Evaluasi Brinkerhoff
Brinkerhoff & Cs. (1983) mengemukakan tiga golongan evaluasi yang disusun berdasarkan penggabungan elemen-elemen yang sama, seperti evaluator-evaluator lain, namun dalam komposisi dan versi mereka sendiri sebagai berikut :
a. Fixed vs Emergent Evaluation Design. Dapatkah masalah evaluasi dan criteria akhirnya dipertemukan?Apabila demikian, apakah itu suatu keharusan? Belum lengkap penjelasannya
b. Formative vs Summative Evaluation. Apakah evaluasi akan dipakai untuk perbaikan atau untuk melaporkan kegunaan atau manfaat suatu program? Atau keduanya?
c. Experimental and Quasi Experimental Design vs Natural/ Unobtrusive Inquiry. Apakah evaluasi akan melibatkan intervensi kedalam kegiatan program/mencoba memanipulasi kondisi, orang diperlakukan, variabe1 dipengaruhi dan sebagainya, atau hanya diamati, atau keduanya?

4.    Model Evaluasi Stake atau model Countenance
Menurut model ‘Countenance’, penilaian harus mengandung langkah-langkah berikut; menerangkan program; melaporkan keterangan tersebut kepada pihak yang berkepentingan; mendapatkan dan menganalisis ‘judgment; melaporkan kembali hasil analisis kepada pelanggan. Seterusnya, model responsive mencadangkan perhatian yang terus menerus oleh penilai dan semua pihak yang terlibat dengan penilaian. Stake (1975) telah menentukan 12 langkah interaksi antara penilai dan pelanggan dalam proses penilaian.





         Model evaluasi Stake (1967), merupakan analisis proses evaluasi yang membawa dampak yang cukup besar dalam bidang ini, meletakkan dasar yang sederhana namun merupakan konsep yang cukup kuat untuk perkembangan yang lebih jauh dalam bidang evaluasi. Stake menekankan pada dua jenis operasi yaitu deskripsi (descriptions) dan pertimbangan (judgments) serta membedakan tiga fase dalam evaluasi program yaitu :

v  Persiapan atau pendahuluan (antecedents)
v  Proses/transaksi (transaction-processes)
v  Keluaran atau hasil (outcomes, output)
5.     Model Evaluasi Metfessel dan Michael

Metfessel dan Michael (1967), dapat digunakan oleh guru dan evaluator program. Dalam strategi model Metfesseldan Michael terdapat delapan langkah yaitu

a. Keterlibatan masyarakat (envalvement of the community) yakni :orang tua, ahli-ahli pendidikan dan peserta didik
b. Pengembangan tujuan dan memilih tujuan menurut skala prioritas.
c. Menterjemahkan tujuan menjadi bentuk tingkah laku dan mengembangkan pengajaran.
d. Mengembangkan metode untuk mengukur dan mengevaluasi pencapaian tujuan.
e. Menyusun dan mengadministrasi ukuran untuk mengevaluasi pencapaian tujuan
f. Menganalisis hasil pengukuran
g. Menginterpretasi dan mengevaluasi data
h. Menyusun rekomendasi untuk mengembangkan pengajaran

Metode ini dilengkapi dengan instrument pengumpulan data, lengkap dengan kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk mengevaluasi sebuah proyek/kegiatan program. Seperangkat instrument tersebut meliputi :tes, angket, check list, dan sebagainya serta cara-cara lain untuk menghimpun data penunjang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar